Kamis, 10 Desember 2015

Planes 2: Fire & Rescue (2014) BluRay + Subtitle Indonesia

Diposting oleh UUNISA pada 08:23, 01-Peb-15 • Di: Adventure Movies , Animation Movies , Comedy Movies , MP4 , [Movies 2014]

Planes: Fire & Rescue
(2014)

zvbzx21.png
Released
Country USA
Language
English
Genre
Director Roberts Gannaway
Writer
Jeffrey M. Howard (characters)
Starcast Dane Cook, Ed Harris, Julie Bowen | See full cast and crew »
Rating imdb_icon.gif 5.8/10

Ratings: 5,8/10 from 3.963 users   Metascore: 48/100
Reviews: 32 user | 95 critic | 29 from Metacritic.com

Review:
Banyak cara dalam mengambil keputusan apakah sebuah film layak untuk ditonton atau tidak, dari history berbagai elemen pembentuk film itu, atau hanya berdasarkan feeling. Nah, yang terakhir itu cukup riskan, bukankah feeling tidak selamanya benar? DisneyToon Studios tidak mengecewakan penonton yang tidak menggunakan hal kedua tadi, memberikan sebuah peningkatan yang cukup signifikan dari karya pertama yang mengecewakan itu. Planes: Fire & Rescue, a simply good treat for kids.

Setelah berhasil mengatasi permasalahan terbang miliknya dan kemudian menjadi juara balap keliling dunia, Dusty Crophopper (Dane Cook) kini harus dihadapkan pada fakta bahwa dirinya mungkin tidak dapat ikut serta dalam balapan lagi. Gearbox milik Dusty yang telah langka itu rusak, hal yang memaksanya untuk tidak dapat memacu kecepatannya melebihi batas. Sayangnya sikap pantang menyerah Dusty menyebabkan sebuah bencana kebakaran di lapangan terbang Propwash Junction, memaksa pemerintah menutup lapangan terbang tersebut karena dinilai tidak memenuhi standard pada kinerja pemadam kebakaran.

Celakanya dalam waktu dekat akan diselenggarakan sebuah festival di lapangan terbang tersebut, dan solusi satu-satunya adalah memperbaiki kualitas pemadam kebakaran yang kini dipegang oleh sebuah truk tua. Dusty merasa hal tersebut menjadi tanggung jawabnya, memilih terbang ke Piston Peak National Park untuk menemui helicopter veteran yang kini bertugas sebagai pemadam kebakaran bernama Blade Ranger (Ed Harris), berguru padanya dengan tujuan utama untuk memperoleh ijin sebagai seorang pemadam kebakaran.

Namun apa yang ia bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ia temukan. Jika menilik statistik dari pendapatan box-office, Planes yang tahun lalu sempat mendapat cibiran dari berbagai sudut karena liris di bioskop dari rencana semula hanya menjadi direct-to-video entertainment ternyata secara mengejutkan masih mampu memberikan Disney keuntungan sebesar empat kali lipat dari budget yang mereka gunakan.

Bagaimana dengan film keduanya ini? Masih menyandang status “hampir dua kali lipat”. Apa gunanya data tersebut? Penting, karena dari sana kita dapat melihat sebuah fakta bahwa setengah dari penonton di film pertama ternyata telah menyerah dengan animasi yang diberikan label sebagai upaya murni dari Disney untuk meraih keuntungan di sektor mainan. Lantas bagaimana dengan mereka yang belum menyerah? Anda akan tersenyum. Ya, tersenyum.

Jangan bergerak terlalu jauh dengan mencoba membandingkan ini bersama Frozen yang sukses besar itu, karena dengan pondasi di film pertama yang tidak kokoh itu lompatan super besar jelas sulit untuk terjadi, tapi menariknya DisneyToon ternyata telah belajar dari kesalahan yang mereka lakukan di film pertama, memperbaiki hal-hal minus sehingga meskipun masih sama standardnya Planes: Fire & Rescue punya enjoyment yang penonton harapkan dari sebuah film animasi, cerita yang mudah di mengerti bagi penonton muda yang menjadi sasarannya, hingga visual yang cukup mumpuni.

Cukup mengejutkan memang, karena dengan menyebut film pertamanya sebagai kemasan yang datar, tidak inspiratif, membosankan, bahkan punya potensi yang sangat besar untuk gagal memberikan hiburan saya datang dengan ekspektasi yang berada pada level film pertamanya. Dari sana terlihat sangat jelas ada sebuah pertumbuhan dari cara Roberts Gannaway membangun narasi yang ditulis oleh Jeffrey M. Howard, masih dangkal dan konvensional tapi sinopsis yang dengan berani membawa masuk karakter utama kedalam dunia baru memberikan dampak positif, kita punya karakter baru yang lebih hidup, karakter punya misi yang penting, kita juga punya ruang bagi berbagai pesan sederhana untuk beraksi.

Ya, sulit untuk mengatakan ini sempurna, tapi cukup bagus bagaimana tim memperbaiki kesalahan di film pertama. Ada api, dan padamkan, memang sama dangkalnya, tapi itu masih jauh lebih menarik ketimbang menyaksikan balapan keliling dunia yang dipaksakan itu. Kemudian lelucon atau humor yang terasa datar di film pertama kini sudah mampu bekerja dengan baik, terselip dengan manis di dalam cerita yang memang sedikit lebih serius jika dibandingkan dengan pendahulunya itu.

Tapi hey itu justru hal positif, Planes: Fire & Rescue menjadi lebih berisi, ada sesuatu yang penting dibalik segala aksi karakter, dan gerak mondar-mandir yang dibentuk dengan cekatan itu mampu menterjemahkannya dengan baik. Ini bukan hanya sekedar sebuah pesan tentang keajaiban di dalam dunia, kepahlawanan, hingga dedikasi pada petugas pemadam kebakaran yang dikemas bersama visual standard, karena ada banyak hal yang mampu membuat orang tua tersenyum ketika membawa anak mereka nonton bersama.

Ada sebuah misi terkait percaya diri disini, bagaimana ketika karakter jatuh dan kemudian bangkit dengan penggambaran menggunakan formula klasik, ditemani dengan pesan tentang sikap rendah hati, sikap disiplin, hingga sikap rela berkorban dan pentingnya kerja sama dalam meraih keberhasilan. Mereka dicampur dengan baik, tajam tanpa harus terasa rumit sehingga mudah dimengerti. Hadirnya hal-hal positif tadi tidak terlepas dari sebuah pertumbuhan positif pula yang terjadi pada para karakter.

Dari pengisi suara Curtis Armstrong, Julie Bowen, hingga Ed Harris berhasil menjadikan karakter sekunder yang mereka pegang ikut mewarnai alur cerita dengan porsi yang pas, meringankan tugas Dane Cook dengan sesekali mencuri atensi. Begitupula dengan beberapa karakter baru lainnya yang punya bentuk menarik dengan tampilan yang lebih dipoles, menghilangkan kesan kusam yang kurang hidup bersama Dipper, Blade Ranger, hingga lima "The Smokejumpers" yang mungil dan lucu itu.

Overall, Planes: Fire & Rescue adalah film yang cukup memuaskan. Ini tidak megah, dan dibandingkan dengan standard di dunia animasi terkini film ini masih punya beberapa minus. Yap, tidak super banyak, karena Planes: Fire & Rescue telah berhasil memperbaiki kesalahan besar yang dilakukan pendahulunya, tidak hanya sekedar menjadi alat penjual mainan yang kosong, dengan visual yang sedikit lebih baik kini kita punya karakter yang menarik, teknik bercerita yang tidak membosankan, hingga berbagai hal penting yang sederhana dibalik kehadiran mereka, terutama bagi anak-anak.
Sumber,
Planes%2BFire%2B%26%2BRescue%2B(2014)%2B

Planes%2BFire%2B%26%2BRescue%2B(2014)%2B

Planes%2BFire%2B%26%2BRescue%2B(2014)%2B




Prekuel:
Planes (2013)
Download Film Planes 2: Fire & Rescue (2014) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 23 Menit - 28 Detik
Size: 212 mb
SS:
Planes_Fire_n_Rescue_2014_Blu_Ray_Rye_Mo

Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/r6kw01ggvmgo
TF: http://www.tusfiles.net/8d6h2hpqy84w
SB: http://adf.ly/xAEd6
UF: http://adf.ly/xAEd7
HF: http://adf.ly/xAEd8
UP: http://adf.ly/xAEdA
BX: http://adf.ly/xAEdB
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-planes2rescue-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Hwa Khun
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini

Download Film Planes 2: Fire & Rescue (2014) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x220
1 Jam - 23 Menit - 38 Detik
Ukuran: 163 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/mhrui4jfhn3k
TF: http://www.tusfiles.net/lg93jkbwxpdt
SB: http://adf.ly/xAEdC
UF: http://adf.ly/xAEdD
HF: http://adf.ly/xAEdE
UP: http://adf.ly/xAEdF
BX: http://adf.ly/xAEdG
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-planes2rescue-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Hwa Khun
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini


Attentions!!

Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...!

Big Hero 6 (2014) BluRay + Subtitle Indonesia

Diposting oleh UUNISA pada 16:06, 05-Peb-15 • Di: Action Movies , Adventure Movies , Animation Movies , Comedy Movies , [Movies 2014]

Big Hero 6
(2014)

zvbzx21.png
Released
Country USA
Language
English
Genre
Directors Don Hall, Chris Williams
Writers
Jordan Roberts (screenplay), Daniel Gerson (screenplay), 5 more credits »
Starcast Ryan Potter, Scott Adsit, Jamie Chung | See full cast and crew »
Rating imdb_icon.gif8.6/10

Ratings: 8.3/10 from 30,967 users   Metascore: 74/100
Reviews: 165 user | 171 critic | 35 from Metacritic.com

Review:
Hadir sedikit rasa pesimis kala itu ketika mendapatkan kabar bahwa Pixar akan absen dari pertarungan di kategori animasi tahun ini, seolah merasa semuanya akan monoton meskipun Toothless akan melakukan comeback. Tapi kejutan demi kejutan hadir sejak awal tahun, dan ketidakhadiran one-to-beat justru menjadikan kategori ini terasa seperti sebuah pertarungan liar. Film terbaru dari Disney ini semakin menambah rasa bingung pada siapa yang layak menjadi film animasi terbaik tahun ini, Big Hero 6: prepare to be amazed by an adventure with heart, smarts, and an adorable big marshmallow.

Hiro Hamada (Ryan Potter) merupakan remaja berusia 14 tahun yang punya tingkat kecerdasan di atas anak-anak seusianya. Tapi kelebihan tersebut sayangnya ia tidak gunakan untuk melakukan kegiatan yang tepat, bukannya memilih untuk semakin memperdalam kepintarannya di bidang pendidikan Hiro justru memilih untuk merancang sebuah robot yang akan ia gunakan dalam pertarungan illegal disudut kota San Fransokyo.

Hal tersebut menjadi masalah bagi bibinya, Cass (Maya Rudolph), serta abangnya Tadashi Hamada (Daniel Henney), yang kemudian memaksa Hiro ikut berkunjung ke kampusnya untuk melihat proyek yang sedang ia kerjakan. Proyek tersebut bernama Baymax (Scott Adsit), sebuah robot elastis yang dicanangkan akan menjadi asisten kesehatan. Hal tersebut membuat Hiro tertarik, dan ia mulai mencoba memanfaatkan sebuah event untuk dapat masuk kedalam kampus tersebut.

Memang berhasil, bahkan karya microbots yang ia ciptakan berhasil memikat Profesor Robert Callaghan (James Cromwell). Tapi sebuah tragedi memilukan terjadi, meninggalkan luka mendalam pada Hiro, yang kemudian bersama bantuan teman kakaknya, Go Go Tomago (Jamie Chung), Honey Lemon (Kejadian Rodriguez), Wasabi (Damon Wayans Jr.), dan Fred (T. J. Miller) berupaya untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Tidak seperti judul yang ia usung, Big Hero 6 pada dasarnya tidak menawarkan something new yang benar-benar besar bagi dunia animasi, bahkan kisah yang diambil dari superhero team milik Marvel ini hanya berputar-putar pada sinopsis dan template konvensional dari sebuah animasi, tidak ada yang istimewa. Tapi mengapa dibalik keterbatasan materi awal yang ia miliki itu di bawah komando Don Hall dan Chris Williams film ini justru berhasil memberikan salah satu petualangan paling menyenangkan di tahun ini?

Karena plot usang tadi mampu mereka olah kembali bersama penggunaan berbagai keunikan yang tepat untuk konsisten menjadikan elemen-elemen kecil miliknya konsisten tampil menarik, baik itu dari segi cerita termasuk didalamnya fokus pada pesan utama, sajian visual yang kembali penuh warna dan memanjakan mata, hingga karakter yang, well, menggemaskan. Eksekusi yang kompeten menjadikan Big Hero 6 sukses berdiri kokoh sebagai salah satu calon kuat film animasi terbaik tahun ini, ia tidak punya materi yang cerdas dan standout, tapi eksekusi yang cermat menjadikan hal-hal sederhana bahkan klasik tadi terasa cerdas dalam menghibur penontonnya.

Anda dapat menyebutnya sebagai kisah yang predictable memang, kembali mencoba mengangkat tema kehilangan yang kemudian merubah karakter utama untuk menemukan sesuatu yang sangat penting dan kemudian kelak akan merubah dirinya menjadi sosok yang lebih baik, tapi lagi dan lagi Disney semakin piawai dalam memberikan kunci yang mulai banyak penonton inginkan dari sebuah animasi: emosi, hati pada cerita, bukan hanya menggunakan cerita sekedar sebagai jalan untuk aksi mondar-mandir lucu dan konyol.

Big Hero 6 sangat kuat disini, dan bisa dikatakan ia memiliki kombinasi yang paling pas diantara unsur serius dan santai jika harus dibandingkan dengan animasi lain yang rilis tahun ini. Big Hero 6 punya naskah yang sangat pintar dalam mencampur rasa, pahit dan manis tampil dalam kuantitas dan kualitas yang sama-sama memikat. Kita punya pesan yang kuat seputar persahabatan hingga rasa kehilangan, secara bergantian tampil memberikan sukacita yang menyenangkan disokong dengan humor-humor yang kuat lewat hal-hal sederhana seperti nada setelah toss yang imut itu, namun setelah itu kita seolah terus di ingatkan pada eksistensi emosi yang kuat di pusat cerita lewat konten yang sedikit muram pada perasaan patah hati dari Hiro yang dalam itu, keduanya tersusun dalam struktur cerita yang punya irama yang manis sehingga bukan hanya mudah menjangkau penonton muda, namun juga penonton dewasa.

Mungkin minus dari Big Hero 6 hanya terletak pada judul yang ia gunakan, terutama pada kehadiran angka enam, karena pada faktanya empat karakter lain dari tim superhero ini hanya mendapatkan kesempatan yang sangat terbatas untuk menampilkan peralatan canggih mereka, yang sebenarnya sangat menarik untuk di eksplorasi sedikit lebih jauh itu, karena disisi lain ia akan memberikan anda sebuah rollercoaster yang dinamis. Ya, rollercoaster, dengan alur lintasan yang sangat halus itu kita terus diajak berjalan bersama berbagai ide terkait teknologi yang mampu di bangun dengan baik sehingga bukan hanya tampak menarik di mata tapi juga terasa imajinatif, digerakkan dengan cepat dan penuh energi namun tetap terasa stylish sehingga mampu menutupi kekurangan kecil yang ia miliki tadi, termasuk karakter antagonis dengan power yang kurang besar itu.

Tapi bukankah akan sangat sulit untuk mengingat kekurangan kecil seperti itu ketika di sisi lain kita telah memperoleh sajian yang seperti tidak pernah berhenti mengejutkan kita? Salah satu kekuatan lain dari Big Hero 6 adalah mereka tidak mencoba untuk menjadi sesuatu yang besar, mereka tidak mencoba melakukan banyak hal yang memusingkan disini, hanya ingin membawa anda menyaksikan seorang anak yang berubah dari kesembronoan yang ia lakukan dengan bantuan robot gendut yang bukan hanya mampu membuat anda sebagai penonton ingin merasakan adrenalin ketika dibawa terbang olehnya melintasi gedung pencakar langit dan berputar-putar di jalan raya layaknya Iron Man, tapi juga ingin merasakan pelukan hangatnya darinya.

Disney sukses besar disini, mereka kembali berhasil menciptakan karakter yang charming dan loveable dengan karakterisasi yang sederhana namun kuat. Karakter adalah kunci lain yang menjadikan Big Hero 6 terasa indah. Hiro memang memegang kunci utama, ia menjadi pusat dengan perjuangan pada emosi dan perubahan hati ketika ia berhadapan dengan kesempatan yang ia miliki, tapi Baymax adalah sosok yang menjadikan tugas Hiro untuk menjadikan apa yang ia lakukan itu tampak menarik.

Tik-tok antara dua karakter ini indah dibalik kesederhanaan yang diberikan pada mereka, Hiro terus dijaga dalam level ambigu, sedangkan Baymax sendiri terasa menarik karena meskipun lucu dan imut ia tidak dibekali dengan karakterisasi yang terlalu manis, dan dengan suntikan suara yang pas dari Ryan Potter, Scott Adsit, hingga Maya Rudolph tiap karakter punya daya tarik sehingga kehadiran mereka memiliki fungsi dalam membantu cerita untuk terus melaju kencang.

Overall, Big Hero 6 adalah film yang memuaskan. Bukan merupakan sebuah terobosan besar dari Disney, tapi dengan kembali memainkan pola dan permainan dasar film animasi, kemudian melengkapi mereka dengan struktur yang kokoh di berbagai elemen, dari cerita dengan pesan dan fokus yang kuat dan mampu menjangkau banyak golongan usia, keseimbangan dalam menyajikan sisi serius dan santai dengan kontrol yang cermat di dua bagian tersebut, visual yang indah dan manis untuk menemani cerita melaju kencang dalam irama yang terkendali, kemudian dibungkus dengan karakter menawan yang mudah membuat penonton jatuh cinta kepadanya, Big Hero 6 sukses memberikan salah sebuah tamasya menyenangkan yang pintar dan segar.
Sumber
Big%2BHero%2B6%2B(2014)%2Bimage.jpg

Big%2BHero%2B6%2B(2014)%2Bimage3.jpg

Big%2BHero%2B6%2B(2014)%2Bimage2.jpg

Download Film Big Hero 6 (2014) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 41 Menit - 52 Detik
Size: 259 mb
SS:

Big_Hero_6_2014_Blu_Ray_Rye_Movies_mp4_t
Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/xacgjw4fk5v5
TF: http://www.tusfiles.net/09y9yclg8vyp
SB: http://sh.st/sbRjJ
UF: http://sh.st/sbRjK
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-bighero6-2014.zip | MoreBahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati shorte.st dengan OperaMini,
Download Film Big Hero 6 (2014) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x260
1 Jam - 41 Menit - 52 Detik
Ukuran: 192 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/em3d6x81ndk7
TF: http://www.tusfiles.net/jso4g08voomn
SB: http://sh.st/sbRjL
UF: http://sh.st/sbRjZ
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-bighero6-2014.zip | MoreBahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: Pein Akatsuki
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati shorte.st dengan OperaMini,

Attention!!

Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...!

Doraemon: New Nobita’s Great Demon-Peko and the Exploration Party of Five (2014) BluRay + Subtitle Indonesia

Diposting oleh UUNISA pada 13:52, 08-Peb-15 • Di: Adventure Movies , Animation Movies , Comedy Movies , Fantasy Movies , MP4 , [Movies 2014]

Doraemon: New Nobita’s Great Demon-Peko and the Exploration Party of Five
(2014)

zvbzx21.png
Released
Country Japan
Language
Japanese
Genre
Directors Shinnosuke Yakuwa, Shinnosuke Yakuwa
Writer
Higashi Shimizu
Starcast Yumi Kakazu, Subaru Kimura, Yu Kobayashi | See full cast and crew »
Rating imdb_icon.gif 6.4/10

Ratings: 6,4/10 from 16 users
Reviews: write review

Review:
Film baru ini merupakan remake dari film tahun 1982, Doraemon: Nobita’s Great Demon, yang ditulis oleh co-creator Doraemon asli Fujiko F. Fujio. Shinnosuke Yakuwa menyutradarai remake ini, dan Higashi Shimizu menulis skenarionya.

Cerita bermula ketika Nobita disuruh Giant dan Suneo meminta pada Doraemon untuk mencari dunia misteri sebagai tujuan petualangan mereka pada libur musim panas kali ini.

Di tengah-tengah pencarian, Nobita pun bertemu dengan seekor anjing terlantar di taman bermain yang kemudian diberi Nobita nama Peko. Petualangan Nobita, Doraemon dan teman-teman di dunia misteri Afrika pun menanti.
Nobita%E2%80%99s-Great-Demon.png

doraemon-2014.jpg

doraemon_2014.jpg
Download Film Doraemon: New Nobita’s Great Demon-Peko and the Exploration Party of Five (2014) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 49 Menit - 33 Detik
Ukuran: 247 mb
SS:
Doraemon_Nobita_in_the_New_Haunts_of_Evi

Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/ew9ffp3nvnku
TF: http://www.tusfiles.net/yz0fw3a7wm7k
SB: http://sh.st/sIdHw
UF: http://sh.st/sIdHe
UP: http://sh.st/sIdHr
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-draemon-2014.zip | MoreBahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: muhammad93
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini

Download Film Doraemon: New Nobita’s Great Demon-Peko and the Exploration Party of Five (2014) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x256
1 Jam - 58 Menit - 40 Detik
Ukuran: 214 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/ae6cbb3juj26
TF: http://www.tusfiles.net/62zh039vsneu
SB: http://sh.st/sIdHt
UF: http://sh.st/sIdHy
UP: http://sh.st/sIdHu
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-draemon-2014.zip | MoreBahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: muhammad93
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini


Attentions!!

Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...!

Rio 2 (2014) BluRay + Subtitle Indonesia

Diposting oleh UUNISA pada 19:07, 16-Peb-15 • Di: Adventure Movies , Animation Movies , Comedy Movies , MP4 , [Movies 2014]

Rio 2
(2014)

zvbzx21.png
Released
Country USA
Language
English | Portuguese
Genre
Director
Carlos Saldanha
Writers
Don Rhymer (story), Carlos Saldanha (story), 4 more credits »
Starcast Jesse Eisenberg, Anne Hathaway, Jemaine Clement | See full cast and crew »
Rating imdb_icon.gif 6.7/10
Ratings: 6.7/10 from 13,303 users   Metascore: 49/100
Reviews: 55 user | 113 critic | 34 from Metacritic.com

Review:
Harus menjadi lebih besar, harus menjadi lebih menarik, harus menjadi lebih menyenangkan, dan masih banyak lagi “harus menjadi lebih” dalam konteks positif yang disandang oleh sebuah film dengan status sekuel. Yang kerap menjadi masalah adalah hal tersebut juga menjadi awal terciptanya beban yang jika tidak dapat di kendalikan dengan baik justru akan membawa dampak negatif. Rio 2 an unfocused random party animation which seems confused when deliver a lot of important message.

Blu (Jesse Eisenberg) dan istrinya Jewel (Anne Hathaway) sepertinya belum dapat menjauh dari masalah yang terkait hukum. Bersama ketiga anak mereka Blu dan Jewel kini memang telah hidup bahagia di sebuah suaka yang dikelola oleh Linda (Leslie Mann) dan Tulio (Rodrigo Santoro), namun mereka berdua pula yang membawa masalah baru bagi Blu dan keluarganya.

Ketika sedang membuat sarapan televisi menyiarkan kabar bahwa Linda dan Tulio yang sedang berpetualang di hutan Amazon telah menemukan eksitensi dari Spix's Macaws lain, jenis dimana Blu dan keluarganya dianggap sebagai satu-satunya yang tersisa. Uniknya hal tersebut justru dimanfaatkan oleh Jewel. Jewel ingin agar keluarga mereka terbang dari Rio ke hutan Amazon untuk mengenalkan anak-anaknya tentang dunia, bukan hanya sebatas bermain bersama teknologi.

Semangat bahkan semakin besar ketika Rafael (George Lopez), Nico (Jamie Foxx), dan Pedro (will.i.am) juga memilih ikut dalam upaya mencari bakat untuk mengisi karnaval yang mereka rencanakan. Namun ternyata sikap enggan yang sejak awal telah Blu tunjukkan punya makna tersendiri, banyak masalah telah menantinya didalam hutan Amazon.

Dalam bentuk sederhana, Rio 2 tidak lebih baik dari Rio (2011). Narasi yang Rio 2 miliki sangat jauh dari kesan rapi, bahkan kasarnya ini dibentuk tanpa disertai sebuah ketulusan, mereka semua tampak memang sengaja dilemparkan dengan bebas dan kemudian dijaga oleh Carlos Saldanha dan rekan-rekannya supaya tetap sempit, tidak bergerak terlalu jauh agar tidak melukai pesta yang sejak awal dengan mudah akan terlihat telah dicanangkan menjadi pusat cerita.

Tentu saja aneh jika mengharapkan cerita rumit dari Rio yang telah menyandang ciri khas dari animasi karya Blue Sky Studios yang selalu straightforward, tapi nilai minus yang tercipta ketika mereka berdiri secara individu itu juga tidak hilang saat konflik-konflik kecil seperti hubungan suami dan mertua, ego dalam keluarga, cinta penuh rasa takut, hingga isu dalam cakupan yang lebih luas seperti lingkungan hidup itu disatukan, berantakan, sering kali terasa terputus. Ini yang menjadi masalah besar, tidak ada petualangan yang menyenangkan disini. Berbagai pergeseran dan perpindahan penuh lompatan dalam gerak cepat yang ia hadirkan terasa canggung dan kasar, tidak ada alur yang halus karena tiap konflik seperti punya kesibukan masing-masing yang harus mereka ungkapkan.

Tentu saja patut memberikan apresiasi pada rasa percaya diri Carlos Saldanha untuk menjadikan Rio 2 semakin luas, namun hal tersebut juga menghilangkan daya tarik yang telah diciptakan oleh film pertama. Dalam bentuk grafik ini menurun, step by step kita penonton bahkan juga karakter perlahan kehilangan semangat karena penceritaan yang melelahkan, semua terasa campur aduk tapi tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa jalur yang mereka miliki perlahan akan bersatu disatu titik, dan cerita yang menjadi kusut itu juga semakin memperlihatkan rasa ragu yang ia miliki.

Yap, rasa percaya diri itu hanya eksis di awal. Terkadang ini tampak mencoba membawa isu potensial itu bergerak lebih jauh, namun juga kerap berpaling dan kemudian melakukan blunder dengan menyuntikkan komedi mengandalkan karakter yang tidak semua bekerja dengan baik akibat penempatan yang kurang tepat. Rasa ragu ini yang menggerus sisi enjoyable, ia tampak tidak yakin bahwa cara yang akan ia gunakan dapat menyampaikan pesan yang dibawa, berputar-putar seperti bermain tarik dan ulur dengan penonton yang sebenarnya hanya ingin kepastian: menjadi serius atau konyol?

Rio 2 terlalu sering mencoba mengolah isu serius agar dapat tampil mendidik tanpa berupaya menggali mereka sedikit lebih dalam, dan fokus yang terbagi itu menjadikan ia tidak mampu menjaga sisi fun yang menjadi penyelamat pendahulunya itu. Ini yang menyedihkan, karena kita suka Rio, dan sejak awal telah siap ikut dalam petualangan tanpa mempermasalahkan materi klasik dan konvensional yang akan hadir. Kehangatan yang sederhana itu hilang, meskipun sesungguhnya pendekatan yang Carlos Saldanha terapkan pada dasarnya masih sama. Disini Carlos seperti terbebani dengan tugas yang semakin besar sehingga walaupun semakin luas ruang cerita faktanya punya kepadatan yang terasa sesak, ia bahkan banyak menggunakan lagu sebagai media lain untuk menggerakkan plot.  Hal tersebut yang menghalangi Rio 2 untuk menghadirkan sesuatu yang mungkin juga telah dinantikan penontonnya, pertumbuhan yang mumpuni dari film pertama.

Ya, secara keseluruhan ini sama saja, nilai cerita sedikit menurun, dan hal tersebut di tutupi dengan kinerja visual yang, well, masih menyenangkan. Tidak megah memang, bahkan kualitas 3D juga punya keseimbangan positif dan negatif dari ekspresif hingga tingkat kecerahan, tapi walaupun beberapa dari mereka tampil menjengkelkan dengan penyatuan yang terasa kikuk, namun sulit untuk menampik hiruk pikuk dari musikal yang dipenuhi koreografi dengan gerakan-gerakan energik itu tidak memberikan kesenangan yang mumpuni. Ini cerdik, visual bekerja sebagai pengalih perhatian penonton, menjadikan mereka sibuk dengan permainan mata dan melupakan krisis karakter yang stuck itu.

Salah? Tidak, namun pergerakan penuh warna dan musik dalam cita rasa bebas dari aksi kejar hingga permainan olahraga itu tidak mampu mengimbangi nilai minus yang dihasilkan cerita. Tapi selain visual ada satu elemen lain yang juga tampil menarik, pengisi suara. Ada energi yang hidup disini, kerap berperan menyelamatkan dialog, cerita, bahkan lelucon yang terasa mentah dan tumpul. Butuh waktu untuk klik lagi dengan Blu, dan ketika Jesse Eisenberg mulai memperoleh irama sisi cemas dan bingung karakter tergambarkan dengan baik. Banyak yang bersinar disini, Anne Hathaway memberikan vokal yang kuat dan khas, duet Leslie Mann - Rodrigo Santoro dan Jamie Foxx - will.i.am juga cukup baik, hingga Andy GarcĂ­a dengan suaranya tegas, begitupula dengan Jemaine Clement. Tapi dalam konteks performa memorable menjadi milik Bruno Mars dan Kristin Chenoweth.

Overall, Rio 2 adalah film yang cukup memuaskan. Jika anda hanya melemparkan dua pilihan antara apakah ini memuaskan atau tidak, maka jawabannya adalah Rio 2 worthed untuk dinikmati, terlebih bersama keluarga dan anak. Sekalipun terasa kurang tajam banyak pesan positif yang dibawa film ini, dari keluarga, teknologi, hingga lingkungan, at least mereka tergambarkan walaupun akan terkesan berantakan jika diamati sedikit lebih detail. Hanya satu masalah besar disini, Rio tidak mampu menaikkan standard mereka, tidak mampu menjadi karakter yang bukan hanya sanggup meraup banyak profit namun juga mampu menjadi sosok ikonik, bahkan film kedua ini akan lebih mudah terlupakan dibandingkan dengan pendahulunya.
Sumber,
RIO-2-2014-Movie-HD-Wallpapers-Free-for-

rio-2-2014-image-2.jpg

Rafael-Nico-Pedro-Carla-Wallpaper-of-RioDownload Film Rio 2 (2014) Subtitle Indonesia BRRip MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)

Resolusi: 640x272
Durasi: 1 Jam - 41 Menit - 11 Detik
Ukuran: 222 mb
SS:
Rio_2_2104_BRRip_Rye_Movies_mp4_thumbs_2

Download Single Link:

UC: https://userscloud.com/sawhl6cet0or
TF: http://www.tusfiles.net/qzed3qxmb8c1
UF: http://upfile.mobi/534417
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-rio-2-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: cat4pat
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,

Download Film Rio 2 (2014) Subtitle Indonesia BRRip AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)

Resolusi: 500x230
Durasi: 1 Jam - 41 Menit - 11 Detik
Ukuran: 162 mb
SS:
Rio_2_2014_BRRip_Rye_Movies_Snapshot.jpg

Download Single Link:

TF: http://www.tusfiles.net/nynh5f8umrat
UF: http://upfile.mobi/534422
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-rio-2-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: cat4pat
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,


Attentions!!

Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...!

Penguins of Madagascar (2014) BluRay + Subtitle Indonesia

Diposting oleh UUNISA pada 05:50, 27-Peb-15 • Di: Adventure Movies , Animation Movies , Comedy Movies , MP4 , [Movies 2014]

Penguins of Madagascar
(2014)

zvbzx21.png
Released
Country USA
Language
English
Genre
Directors Eric Darnell, Simon J. Smith
Writers
Michael Colton (screenplay), John Aboud (screenplay), 7 more credits »
Starcast Tom McGrath, Chris Miller, Christopher Knights | See full cast and crew »
Rating imdb_icon.gif7.1/10

Ratings: 7.1/10 from 9,090 users   Metascore: 53/100
Reviews: 46 user | 98 critic | 31 from Metacritic.com

Review:
  Di sudut Antartica hidup tiga ekor penguin yang dikarenakan tingkah laku konyol dan berani yang mereka miliki menarik perhatian sekelompok manusia untuk mendokumentasikan kegiatan mereka, yang juga menjadi momen dimana Kowalski (Chris Miller), Rico (Conrad Vernon), dan sang pemimpin Skipper (Tom McGrath) bertemu dengan anggota baru mereka, Private (Christopher Knights).

Yang mengejutkan adalah dibalik tampilan mereka yang santai atau kurang serius kelompok penguin ini punya kemampuan “tempur” yang “meyakinkan”, bahkan mereka sedang berada dalam sebuah misi untuk menyelamatkan mesin penjual otomatis dari makanan favorit mereka, Cheezy Dibbles. Sumber masalah adalah Dave (John Malkovich), seekor gurita fleksibel pemilik senjata yang dapat merubah semua makhluk hidup menjadi monster menakutkan, dan upaya pertamanya adalah dengan mengumpulkan semua penguin dari kebun binatan besar untuk menjadi objeknya.

Masalah yang dihadapi empat penguin tadi ternyata tidak berhenti dalam pertempuran dua arah mereka dengan Dave, karena disisi lain muncul The North Wind, kelompok agent rahasia yang dibawah komando serigala bernama Classified (Benedict Cumberbatch) menyebabkan persaingan semakin rumit.

Kelihatan sangat pesimis terhadap film ini, Penguins of Madagascar justru secara mengejutkan berhasil memberikan penontonnya apa yang mereka cari dari sebuah animasi mungkin satu dekade yang lalu, free-style cartoon. Bodoh, dangkal, terkadang bahkan sulit untuk merasa bahwa kekonyolan di luar batas seperti menjadikan perut mereka seperti brankas tanpa limit itu terasa menghibur, tapi dengan gerak cepat yang mereka terapkan Simon J. Smith dan Eric Darnell berhasil menjauhkan film ini dari kehancuran.

Ya, ini tidak megah, sangat mudah untuk mengatakan ia tidak cukup layak untuk dibandingkan dengan film animasi lain rilisan tahun ini seperti The Lego Movie, How to Train Your Dragon 2, serta Big Hero 6, bahkan peluang untuk kembali teringat hal-hal menarik dan menyenangkan yang anda dapatkan dua atau tiga hari setelah menyaksikan mereka juga sangat kecil, tapi untuk sekedar hiburan sekali pakai ini terasa efektif.

Ini seperti sebuah rollercoaster, membawa penontonnya berputar-putar dalam berbagai urutan yang terhitung pas, dari kejar-kejaran di Venice hingga terbang bebas di udara bebas dengan melibatkan pesawat, berbagai adegan aksi ekspresif yang juga akan semakin membuat anda merasa tertarik bahkan terjebak bersama apa yang mereka lakukan berkat sokongan visual dengan kualitas 3D yang mumpuni. Itu mengapa diawal ada kata memuaskan sesudah kata bodoh, karena Penguins of Madagascar sepertinya memang sengaja sejak awal tidak ingin memusingkan penontonnya dengan berbagai hal rumit pada narasi, ketika berakhir anda juga mungkin akan kesulitan menemukan point penting dari cerita yang banyak diterapkan film animasi sekarang ini, tapi setidaknya akan muncul kalimat “well, itu bagus.” Penguins of Madagascar menyenangkan karena ia punya karakter yang menyenangkan dan menarik, dan itu terhitung cukup jika menilik ambisi awal mereka.

Sedangkal itu? Ya, ini murni mengandalkan pesona dari empat penguin yang harus diakui sejak awal sudah sukses mencuri atensi, mereka punya pesona dibalik tingkah random yang mereka lakukan sehingga aksi konyol tidak jatuh menjadi menjengkelkan. Memang tidak semuanya bekerja dengan baik, tapi dengan kepadatan yang mereka peroleh kejenakaan yang hadir tidak buruk. Ini seperti kombinasi antara The Lego Movie dan Big Hero 6, kecepatan narasi dari film pertama mereka bentuk dalam kualitas yang lebih kecil, dan para Penguins punya pesona seperti yang ditampilkan oleh Baymax dan Hiro yang juga hadir dalam kualitas yang lebih kecil.

Dua hal itu dimanfaatkan dengan cermat, narasi dalam level oke, karakter dalam level good, lengkapi mereka aksi spy dipenuhi slapstick yang terus memberikan penonton ledakan-ledakan kecil yang mumpuni, kesan mentah yang mereka miliki akhirnya akan sulit terlihat bahkan mengganggu. Ya, sulit untuk tidak memaafkan kekurangan yang film ini miliki ketika disisi lain kita dijejali dengan mondar-mandir cepat yang penuh warna, humor non-stop yang tidak pernah berhenti berusaha meskipun ia sadar tidak semuanya akan berhasil menciptakan tawa, interaksi yang menarik dan menghasilkan rasa bebas dan santai yang mudah untuk di nikmati.

Divisi pengisi suara juga terbilang memiliki kontribusi yang besar pada kemampuan film ini tampil menyenangkan, mereka mampu menjadikan tiap karakter seolah hidup tapi juga terasa rapi dibalik kelakukan karakter sendiri yang cenderung acak. Tom McGrath, Chris Miller, Conrad Vernon, dan Christopher Knights seperti sudah sangat nyaman dengan karakter yang mereka pegang, tik-tok diantara empat karakter utama punya irama yang terhitung halus dan juga dinamis. Karakter pendukung tidak kalah menariknya, seperti John Malkovich yang mampu menjadikan karakter Dave terasa padat tapi kesan mencekam yang ia miliki juga tidak hilang, begitupula dengan Benedict Cumberbatch dan Ken Jeong mengingat pekerjaan sebagai pengisi suara sendiri bukan lagi sesuatu yang baru bagi mereka.

Overall, Penguins of Madagascar adalah film yang cukup memuaskan. Bergerak cepat dan tepat, penuh sesak dengan lelucon, punya karakter yang menyenangkan, punya alur cerita yang tidak buruk dan terbukti sanggup menjadikan cerita penuh warna seperti visual yang ia miliki, Penguins of Madagascar berhasil menjadikan hal-hal klasik yang ia gunakan memberikan petualangan menarik meskipun tidak segar, meskipun memang sulit unutk menjadikan ia sebagai kemasan yang memorable namun dengan durasi 92 menit yang singkat tanpa upaya menjadi tampak rumit, hal-hal bodoh dan konyol menjadi mudah untuk dimaafkan. Suprisingly not bad.
Sumber,
Penguins%2Bof%2BMadagascar%2B(2014)%2Bim

Penguins%2Bof%2BMadagascar%2B(2014)%2Bim

Penguins%2Bof%2BMadagascar%2B(2014)%2Bim
Download Film Penguins of Madagascar (2014) BluRay Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 32 Menit - 19 Detik
Size: 269 mb
SS:
Penguins_of_Madagascar_2014_Blu_Ray_Rye_

Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/bpty7b0nahsj
TF: http://www.tusfiles.net/ak1nuzmonvzc
UF: http://myurl.mobi/17563
UP: http://up.ht/1FzTva7
SF: http://sh.st/dTWpp
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-pingmadg-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: cat4pat
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,

Download Film Penguins of Madagascar (2014) BluRay Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x288
1 Jam - 32 Menit - 19 Detik
Ukuran: 173 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/2zcf973kuo7v
TF: http://www.tusfiles.net/xcb3lr7lu0mx
UF: http://myurl.mobi/17564
UP: http://up.ht/1C1bV5P
SF: http://sh.st/dTWEK
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: br-pingmadg-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: cat4pat
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini

Download Film Penguins of Madagascar (2014) WEB-DL Subtitle Indonesia MP4 High Quality:
File Format: mp4
Video Encode: AVC (H.264)
Audio Encode: AAC (Stereo)
Resolusi: 360p
Durasi: 1 Jam - 31 Menit - 50 Detik
Size: 235 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/476owj0v6zi0
TF: http://www.tusfiles.net/m0ymy62wlxx9
SB: http://sh.st/sLsSY
UF: http://sh.st/sLp7B
UP: http://sh.st/sLp7N
Download Film Lebih Cepat Dengan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: dl-mdgscar-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: cat4pat
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,

Download Film Penguins of Madagascar (2014) WEB-DL Subtitle Indonesia AVI Normal Quality:
File Format : avi
Video Encode: MPEG4 (Xvid)
Audio Encode: MP3 (Mono)
Resolusi: 500x260
1 Jam - 31 Menit - 50 Detik
Ukuran: 173 mb
SS:


Download Single Link:
Click here...
UC: https://userscloud.com/wkfrx3o4ml59
TF: http://www.tusfiles.net/v2ihb8o4475q
SB: http://sh.st/sLsSU
UF: http://sh.st/sLp7M
UP: http://sh.st/sLp71
Download Film Lebih Cepat Gunakan UCWEB Versi Terbaru klik!

Subtitle: dl-mdgscar-2014.zip | More
Bahasa: Indonesia [Manual]
Format : SUB & SRT
Subtitle By: cat4pat
Cara Download via Tusfiles dengan OperaMini,
Cara Melewati adf.ly / j.gs dengan OperaMini


Attention!!

Aplikasi untuk HANDPHONE yang di gunakan untuk memutar film dan cara pakainya? baca disini...!